Selasa, 16 Februari 2016

Materi Genetik

Materi genetik adalah informasi yang terdapat pada setiap sel makhluk hidup yang dapat diturunkan pada keturunan berikutnya. Materi genetik makhluk hidup disebut juga dengan istilah asam nukleat dan juga ada yang mengatakan faktor hereditas. Semua istilah tersebut memiliki pengertian yang sama dan menunjuk pada hal yang sama pula. Materi genetik tersusun atas DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). DNA adalah informasi yang berisi sifat-sifat makhluk hidup, sedangkan RNA merupakan turunan dari DNA, yang terbentuk ketika informasi DNA akan diterjemahkan dalam bentuk nyata.

DNA (Deoxyribonucleic acid)


Pada eukariota, DNA dapat ditemukan dalam nukleus, mitokondria, dan kloroplas. DNA yang terdapat di nukleus disebut dengan DNA inti sedangkan yang berada di luar nukleus disebut DNA luar inti. Dalam keadaan sel yang tidak membelah, DNA nampak sebagai benang-benang yang melilit protein sehingga nampak seperti ronce-ronce. Pada saat sel sedang melakukan pembelahan barulah DNA akan membentuk struktur kromosom. Kromosom adalah molekul DNA akan melilit protein dan saling tumpuk-menumpuk dan mampat.

DNA tersusun atas dua rantai membentuk struktur double helix. Perhatikanlah gambar struktur DNA di bawah ini.

double helix dna
Struktur double helix DNA

Tiap rantai DNA merupakan suatu polinukleotida yang tersusun atas nukleotida yang saling sambung-menyambung. Sebuah nukleotida tersusun atas:
  • Gula deoksiribosa, merupakan gula berkarbon 5 atau pentosa.
  • Fosfat, terikat pada atom C nomor 5 dari gula deoksiribosa.
  • Basa nitrogen, terikat pada atom C nomor 1 dari gula deoksiribosa.

Bioteknologi

Bioteknologi berasal 2 kata yaitu Bio yang berarti hidup dan Teknologi sehingga akan menghasilkan sebuah cabang ilmu baru yaitu Ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara memanfaatkan makhluk hidup seperti jamur,bakteri, virus dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia di bumi ini. Ilmu bioteknologi sudah sangat berkembang pesat yang pada awalnya hanya bioteknologi konvensional kini sudah merambah pada bioteknologi, modern, bioteknologi pertanian, bioteknologi pangan dan sebagainya.
Bioteknologi

Enzim dan Metabolime Sel

Metabolisme merupakan totalitas proses kimia di dalam tubuh. Metabolisme meliputi segala aktivitas hidup yang bertujuan agar sel tersebut mampu untuk tetap bertahan hidup, tumbuh, dan melakukan reproduksi. Semua sel penyusun tubuh makhluk hidup memerlukan energi agar proses kehidupan dapat berlangsung. Sel-sel menyimpan energi kimia dalam bentuk makanan kemudian mengubahnya dalam bentuk energi lain pada proses metabolisme.

.....Proses metabolisme di dalam sel melibatkan aktivitas sejumlah besar katalis biologik yang disebut enzim dan berlangsung melalui Respirasi (katabolisme) dan sintesis (anabolisme).


Reaksi Katabolisme
Adalah reaksi yang sifatnya memecah ikatan kimia yang kompleks menjadi ikatan kimia yang lebih sederhana. pada waktu ikatan putus dan molekul terpecah terjadi pembebasan energi (reaksi exergonik).
Contoh reaksi katabolisme adalah proses respirasi (termasuk aerob dan anaerob)

Reaksi Anabolisme
Adalah reaksi pembentukkan, yaitu pembentukkan molekul sederhana menjadi molekul kompleks. reaksi anabolisme merupakan reaksi sintesis karena adanya transformasi energi yang disimpan dalam bentuk ikatan kimia, oleh sebab itu reaksi anabolisme disebut juga reaksi yang membutuhkan energi (endergonik)
Contoh reaksi anabolisme adalah sintesis (termasuk fotosintesisi dan kemosintesis)

Unsur - Unsur Radioaktif

Zat radioaktrif adalah zat yang mengandung inti yang tidak stabil. Ketidakstabilan inti ini disebabkan perbandingan proton dan neutronnya tidak sama dengan 1:1 sehingga unsur tersebut secara spontan akan melepaskan satu atau lebih partikel dalam proses perubahan menjadi atom baru yang lebih stabil.
Zat radioaktif pertama kali ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada tahun 1895, ia menemukan pancaran sinar yang menyebabkan fluoresensi ketika arus elektron menumbuk suatu partikel tertentu, yang kemudian dinamakan sinar-X.
Pada tahun 1896, Antony Henry Bacquerel menemukan garam kalium uranil sulfat (K2UO2(SO4)2) yang dapat mengeluarkan radiasi secara spontan. Bacquerel menamai unsur-unsur yang dapat memancarkan sinar raiasi tersebut dengan unsur radioaktif dan sinar radiasi yang dipancarkan disebut sinar radioaktif. Sinar radiasi ini bersifat menghitamnkan pelat film dan dapat menyebabkan permukaan yang dilapisi seng sulfida perpendar.
Selanjutnya pada tahun 1989, pasangan suami istri Marie Curie dan Pierre Curie berhasil mengisolasi dua isotop yang terbentuk dari peluruhan uranium yang dinamakan polonium.
Pada tahun 1903, Ernest Rutherford menemukan dua jenis sinar yang berbeda muatan yang dipancarkan oleh zat radioaktif, yaitu sinar alfa (bermuatan positif), sinar beta (bermuatan negatif) dan sinar gamma (tidak bermuatan/netral).

Reaksi Redoks dan Elektrokimia

Reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi redoks. Setiap reaksi redoks terdiri atas setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi atau penyerapan elektron, sedangkan oksidasi adalah kenaikan bilangan oksidasi atau pelepasan elektron.
Contoh :
Jika logam senng dimasukkan ke dalam larutan tembaga (II) sulfat, maka logam seng akan terlarut sedangkan tembaga akan terrendapkan. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
    Zn (s)     +    Cu2+(aq)    ---->    Zn2+ (aq)    +   Cu (s)
Pada reaksi itu, logam seng mengalami oksidasi dengan melepaskan dua elektron, sedangkan ion tembaga (II) mengalami reduksi dengan menyerap dua elektron
Reduksi   :   Cu2+  (aq)   +  2e    ---->    Cu (s)
Oksidasi  :   Zn (s)    ----->      Zn2+ (aq)   + 2e
   Reaksi redoks ada berlangsung spontan, ada juga yang berlangsung tidak spontan. Contoh reaksi redoks tidak spontan adalah reaksi-reaksi pembakaran dan perkaratan logam-logam. Berbagai reaksi redoks spontan digunakan sebagai sumber listrik, misalnya pada aki dan batu baterei. Sebaliknya arus listrik dapat digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks spontsn, yaitu pada proses elektrolisis. Reaksi elektrolisis digunakan pada penyepuhan dan pada pemurnian berbagai jenis logam.
   
A. PENYETARAAN REAKSI REDOKS

1. Metode Setengah Reaksi atau Metode Ion Elektron
   Metode ini didasarkan pada pengertian bahwa jumlah elektron yang dilepaskan pada setengah reaksi oksidasi sama dengan jumlah elektron yang diserap pada setengah reaksi reduksi. Proses penyetaraan berlangsung sebagai berikut :
Contoh 1 : K2Cr2O7 (aq)   +   HCl (aq)    ---->    KCl (aq)   +   CrCl3 (aq)    +   Cl2 (g)   + H2O (l)
Contoh :
Bi2O3 (s)   +   NaOH (aq)   +  NaClO (aq)   ---->    NaBiO3 (aq)  +  NaCl (aq)   +  H2O ( l)

Langkah 1 : tulis kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi (terdiri atas  oksidator di ruas kiri dan reduktor di ruas kanan ) dan setengah reaksi oksidasi ( terdiri atas reduktor di ruas kiri dan hasil oksidasinya di ruas kanan) secara terpisah dalam bentuk reaksi ion.
   Pada contoh pertama unsur yang mengalami reduksi adalah Krom, yaitu Cr2O7 2- menjadi Cr3+(bilangan oksidasi krom berubah dari +6 menjadi +3). Sedangkan klorin mengalami oksidasi dari Cl-menjadi Cl2 (bilangan oksidasi berubah dari -1 menjadi 0 )
Reduksi   :  Cr2O7 2- (aq)  --->    Cr3+ (aq)
Oksidasi  :  Cl- (aq)  --->   Cl2 (g)
Pada contoh kedua unsur yang mengalami reduksi adalah klorin, yaitu dari ClO- menjadi Cl- (bilangan oksidasi klorin berubah dari +1 menjadi -1), sedangkan bismuth mengalami oksidasi, yaitu dari Bi2O3 menjadi BiO3- (bilangan oksidasi berubah dari +3 menjadi +5)
Reduksi   :  ClO- (aq)  ----->      Cl- (aq)
Oksidasi  :  Bi2O3 (s)  ------>      BiO3- (aq)

Langkah 2 : Masing-masing setengah reaksi disetarakan dengan urutan sebagai berikut:
a.       Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
Pada contoh pertama, unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah Cr dan Cl. Tuliskan koeffisien Cr 3+ = 2 dan koeffisien  Cl- = 2
Reduksi  :  Cr2O7 2- (aq)   ---->    2 Cr3+ (aq)
Oksidasi :   2Cl- (aq)    -----      Cl2 (g) 
Pada Contoh kedua unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah Cl dan Bi, Tulislah koeffisien BiO3-   = 2, sedangkan atom klorin sudah setara.
Reduksi   :   ClO- (aq)   ----->        Cl- (aq)
Oksidasi  :   Bi2O3 (s)   ----->     2BiO3- (aq)

Sifat Koligatif Larutan

  1. Penurunan Tekanan Uap

        zat terlarut bersifat non-volatil (tidak mudah menguap; tekanan uapnya tidak dapat terukur),      tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni yang volatil. Secara ideal, tekanan uap dari pelarut volatil di atas larutan yang mengandung zat terlarut non-volatil berbanding lurus terhadap konsentrasi pelarut dalam larutan. Hubungan ini dinyatakan secara kuantitatif dalam hukum Raoult: tekanan uap dari pelarut di atas larutan, Plarutan sama dengan hasil kali fraksi mol dari pelarut, Xpelarut dengan tekanan uap dari pelarut murni, pelarut. Penurunan tekanan uap, ΔP, yaitu pelarutPlarutan berbanding lurus terhadap fraksi mol dari Xterlarut.
X_{pelarut} = \frac{mol \: pelarut}{mol pelarut + mol \: terlarut} \newline \newline X_{terlarut} = \frac{mol \: terlarut}{mol \: pelarut + mol \: terlarut} \newline \newline X_{pelarut} + X_{terlarut} = 1.
P_{larutan} = X_{pelarut} \cdot P_{pelarut}^{\circ} \newline \newline P_{pelarut}^{\circ} - P_{larutan} = (1-X_{pelarut})P_{pelarut}^{\circ} \newline \newline \Delta P = X_{terlarut} \cdot P_{pelarut}^{\circ}.
  1. Kenaikan Titik Didih

       Titik didih dari suatu larutan adalah temperatur ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan      eksternal. Oleh karena terjadinya penurunan tekanan uap larutan oleh keberadaan zat terlarut non-volatil, dibutuhkan kenaikan temperatur untuk menaikkan tekanan uap larutan hingga sama dengan tekanan eksternal. Jadi, keberadaan zat terlarut dalam pelarut mengakibatkan terjadinya kenaikan titik didih; titik didih larutan,Tb, lebih tinggi dari titik didih pelarut murni,Tb°.Kenaikan titik didih, ΔTb, yaitu TbTb° berbanding lurus terhadap konsentrasi (molalitas, m) larutan, sebagaimana:
molalitas \: (m) = \frac{mol \: terlarut}{kg \: pelarut} \newline \newline \Delta T_b = K_b m.
di mana Kadalah konstanta kenaikan titik didih molal (dalam satuan °C/m) dan madalah molalitas larutan.

Pengertian Suku Bunga

Pengertian Suku Bunga - Suku bunga adalah harga dari penggunaan uang atau bias juga dipandang sebagai sewa atas penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Atau harga dari meminjam uang untuk menggunakan daya belinya dan biasanya dinyatakan dalam persen (%). 

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip Konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman). (Kasmir, 2002: 121) 
Dalam kegiatan perbankan sehari-hari ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya, yaitu: 
  1. Bunga Simpanan yaitu bunga yang diberikan sebagai ransangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya. Contoh: jasa. 
  2. Bunga Pinjaman yaitu bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah pinjaman kepada bank. Contoh: bunga kredit.